Mengawali tulisan yang terinspirasi dari perenungan atas
apa yang telah dialami, saya menjadi sangat paham bahwa semua kejadian yang
kita alami memang terjadi akibat cara yang kita dalam menjalaninya. Segala
kejadian baik maupun buruk merupakan interpretasi atas apa yang telah kita
perbuat sebelumnya. Perenungan yang tak begitu lama dan inilah suatu pembenaran
atas pepatah yang biasa terlontar yakni “semua kejadian pasti ada hikmahnya”.
Kita paham bahwa manusia tak ada yang sempurna, tapi kita
pun tau manusia adalah makhluk mulia yang memiliki akal dan pikiran. Mengapa
kita tidak menjadi mulia? Sedang kita memiliki akal dan pikiran. Berbagai
dinamika kehidupan yang dijalani disetiap harinya pada tempat dan waktu
tertentu terkadang kita merasa lemah dan tidak dapat mewujudkan apa yang kita
inginkan sehingga kita merasa tidak bahagia
dalam hidup. Disinilah waktu yang tepat untuk menggunakan akan dan pikiran
kita.
Kebahagian yang sesungguhnya
berawal dari hati dan janganlah mengantungkan kebahagian itu diatas keinginan yang
tidak didasari dengan tekad untuk mencapainya. Konsep keinginan dan tekad dapat
dibedakan. Keinginan diibaratkan sesuatu yang bias dan Tekad berarti
berkeinginan yang kuat dan diikuti pergerakan yang kuat pula. Kekuatan untuk mewujudkan kebahagian adalah
kita yang tentukan.
Kebahagian dapat kita rasakan setiap hari dan masing-masing
orang bertanggung jawab atas kadar kebagahagiannya masing-masing. Sangat banyak
keinginan yang terbesik tapi sudahkah kita bertekad untuk bisa mewujudkan
keinginan itu? Selama ini keinginan hanya sekedar diucapkan dan kemudian kita
membayangkan kebahagian yang dirasakan saat keinginan itu tercapai. Saya ingin
mempunyai mobil dan kalau saya punya mobil, saya lebih bisa bahagia menjalani
hidup. Jika memang mobil bisa membahagiakan. Sudahkah kita bertekad untuk
segera memiliki mobil?. Atau J
saya ingin selalu bersama dia
(Someone/pacar) dan memilikinya. Jodoh memang ditangan tuhan…., tapi kitalah
yang menjalankannya karena” tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang kecuali
ia merubahnya”. Saya rasa jelas…, sudahkah kita bertekad untuk memilikinya?
Perbiasakanlah menggunakan kata tekad. Tekad lebih proaktif
karena tekad disini adalah keinginan yang kuat dengan pergerakan (prilaku) yang
kuat pula. segala sesuatu yang ada
dibumi ini selalu menuju kesetimbangan. Untuk bisa menyalakan sebuah lampu maka
harus membutuhkan energi positif dan negatif. Perumpaman ini bisa menjadi pola
pemahaman kita dalam berkeinginan dan berprilaku. Keinginan dan prilaku haruslah berjalan seimbang sehingga dapat
mewujudkan tujuan yang membahagiakan.
Cobalah menyeimbangkan keinginan dan prilaku kita dari
sekarang. Daftarkan keinginan dan prilaku yang sesungguhnya harus dilakukan
sehingga dapat selalu bahagia. Prilaku secara menyeluruh didesain untuk mengantarkan
keinginan tercapai dengan sendirinya. Istilah desain prilaku dapat saya sebut
dengan “manajemen diri”.
Bahagia, manajemen diri sangat berhubungan dan bahagia
adalah pilihan. Pilihan telah ada sejak
kita lahir dan pilihan-pilihan itu mengantarkan kita seperti sekarang
ini. Bahagiakah anda sekarang? Jika ada yang menjawab tidak. Yakin bahwa semua
orang didunia pasti ingin bahagia bahkan ingin bahagia dunia dan akhirat
amin…_:). Tidak bahagia karena pilihan anda. Disetiap hari kita selalu
dipertemukan dengan pilihan pilihan dan pilihan. Pilih makan?pilih minum? Pilih
tidur?pilih belajar? Terserah anda. Ingat
keinginan dan pilihan harus sejalan.
Bertekadlah, seimbangkanlah keinginan dan prilaku…,
keinginan dan pilihan……!, jika sudah dilakukan barulah tuhan yang menentukan.
Dan tuhan akan meridhoi segala keinginan, prilaku dan pilihan yang baik…,
berjuanglah karena tuhan sangat dekat dengan orang yang sabar… Bahagia adalah
milik kita….,:-):-):-)
Ingin
ini, ingin itu….bisa galau…, tekadkan keinginan, perbaiki prilaku dan
pilihlah…. Bismillahirahmanirahim aminnnnn…. :-):-):-)
Bymelly, Salam
kenal