Senin, 17 Juni 2013

Bahagia? Kenapa Tidak



Mengawali tulisan yang terinspirasi dari perenungan atas apa yang telah dialami, saya menjadi sangat paham bahwa semua kejadian yang kita alami memang terjadi akibat cara yang kita dalam menjalaninya. Segala kejadian baik maupun buruk merupakan interpretasi atas apa yang telah kita perbuat sebelumnya. Perenungan yang tak begitu lama dan inilah suatu pembenaran atas pepatah yang biasa terlontar yakni “semua kejadian pasti ada   hikmahnya”.
Kita paham bahwa manusia tak ada yang sempurna, tapi kita pun tau manusia adalah makhluk mulia yang memiliki akal dan pikiran. Mengapa kita tidak menjadi mulia? Sedang kita memiliki akal dan pikiran. Berbagai dinamika kehidupan yang dijalani disetiap harinya pada tempat dan waktu tertentu terkadang kita merasa lemah dan tidak dapat mewujudkan apa yang kita inginkan sehingga kita merasa tidak bahagia dalam hidup. Disinilah waktu yang tepat untuk menggunakan akan dan pikiran kita.
 Kebahagian yang sesungguhnya berawal dari hati dan janganlah mengantungkan kebahagian itu diatas keinginan yang tidak didasari dengan tekad untuk mencapainya. Konsep keinginan dan tekad dapat dibedakan. Keinginan diibaratkan sesuatu yang bias dan Tekad berarti berkeinginan yang kuat dan diikuti pergerakan yang kuat pula.  Kekuatan untuk mewujudkan kebahagian adalah kita yang tentukan.
Kebahagian dapat kita rasakan setiap hari dan masing-masing orang bertanggung jawab atas kadar kebagahagiannya masing-masing. Sangat banyak keinginan yang terbesik tapi sudahkah kita bertekad untuk bisa mewujudkan keinginan itu? Selama ini keinginan hanya sekedar diucapkan dan kemudian kita membayangkan kebahagian yang dirasakan saat keinginan itu tercapai. Saya ingin mempunyai mobil dan kalau saya punya mobil, saya lebih bisa bahagia menjalani hidup. Jika memang mobil bisa membahagiakan. Sudahkah kita bertekad untuk segera memiliki mobil?. Atau J saya ingin  selalu bersama dia (Someone/pacar) dan memilikinya. Jodoh memang ditangan tuhan…., tapi kitalah yang menjalankannya karena” tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang kecuali ia merubahnya”. Saya rasa jelas…, sudahkah kita bertekad untuk memilikinya?
Perbiasakanlah menggunakan kata tekad. Tekad lebih proaktif karena tekad disini adalah keinginan yang kuat dengan pergerakan (prilaku) yang kuat pula.  segala sesuatu yang ada dibumi ini selalu menuju kesetimbangan. Untuk bisa menyalakan sebuah lampu maka harus membutuhkan energi positif dan negatif. Perumpaman ini bisa menjadi pola pemahaman kita dalam berkeinginan dan berprilaku. Keinginan dan prilaku haruslah berjalan seimbang sehingga dapat mewujudkan tujuan yang membahagiakan.
Cobalah menyeimbangkan keinginan dan prilaku kita dari sekarang. Daftarkan keinginan dan prilaku yang sesungguhnya harus dilakukan sehingga dapat selalu bahagia. Prilaku secara menyeluruh didesain untuk mengantarkan keinginan tercapai dengan sendirinya. Istilah desain prilaku dapat saya sebut dengan “manajemen diri”.
Bahagia, manajemen diri sangat berhubungan dan bahagia adalah pilihan. Pilihan telah ada sejak  kita lahir dan pilihan-pilihan itu mengantarkan kita seperti sekarang ini. Bahagiakah anda sekarang? Jika ada yang menjawab tidak. Yakin bahwa semua orang didunia pasti ingin bahagia bahkan ingin bahagia dunia dan akhirat amin…_:). Tidak bahagia karena pilihan anda. Disetiap hari kita selalu dipertemukan dengan pilihan pilihan dan pilihan. Pilih makan?pilih minum? Pilih tidur?pilih belajar? Terserah anda. Ingat keinginan dan pilihan harus sejalan.
Bertekadlah, seimbangkanlah keinginan dan prilaku…, keinginan dan pilihan……!, jika sudah dilakukan barulah tuhan yang menentukan. Dan tuhan akan meridhoi segala keinginan, prilaku dan pilihan yang baik…, berjuanglah karena tuhan sangat dekat dengan orang yang sabar… Bahagia adalah milik kita….,:-):-):-)
Ingin ini, ingin itu….bisa galau…, tekadkan keinginan, perbaiki prilaku dan pilihlah…. Bismillahirahmanirahim aminnnnn…. :-):-):-)
                                                                                                                                                                Bymelly,                                                                                                                                                        Salam kenal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar