Lembaran Indah
Indah… kata yang sangat singkat namun
memberi udara hangat masuk kedalam otak dan pikiranku. Mengapa tidak.. hari itu
begitu cerah matahari seakan tersenyum melihat embun yang gemerlap karena
sinarnya, suara ceria burung bersahutan, daun hijau yang tegar menambah indah
kembang diujung dahannya. Udara sejuk merasuk dan merambat ke tubuh dan hati
insan yang masih kecil. Sungguh betapa
sempurnanya kami dilahirkan, dibesarkan, dicintai dan disayangi oleh mereka
yang diberi amanah dari yang Maha Kuasa.
Aku
tak pernah tahu mengapa harus berada di tempat yang begitu indah dan
dikelilingi oleh ibu, bapak, saudara yang selalu mengayomi. Terlahir dari
keluarga yang sederhana, selalu ceria disetiap harinya. Hidup adalah anugrah
terindah. Hidup ada karena saling memberi kasih sayang. Ya… diri masih polos
tak banyak yang dimengerti. Satu demi satu, langkah demi langkah semua
terlewati dan sangat menyenangkan.
Disekeliling
banyak orang, banyak yang indah-indah, banyak hal-hal yang belum aku
mengerti….., yang Maha Kuasa telah
menitipkan ini dan harus bisa aku mengerti. Pagi hari yang sejuk selalu memacu
semangat untuk tersenyum tanpa ada lara. Ya… memang masih polos…. Seperti itu
berulang-ulang dilakukan. Melihat, mendengar, mencoba dan tersenyum. Orang terkasih
yang selalu disampingku tidak pernah berhenti mengajarkan dan mengajarkan.
Mereka tidak pernah melapaskanku dari
pandangannya.
Indahnya
pagi begitu pula dimalam hari… bintang berkejar-kejaran, mengedipkan matanya
seakan bahagia karena telah menerangi malam menemani sang bulan. Benda dilangit
juga merasakan kalau aku begitu ceria disaat tiba malam. Udaranya yang dingin
memberi memberi motivasi untuk bisa bertahan dan kita harus hangat… bukankah
menghangatkan tubuh itu sangat menyenangkan. Rumah tempatku berlindung dengan
perabotan yang sederhana beserta perapian untuk menyiapkan makanan adalah
tempat yang sangat indah. Lampu seadanya tidak mengubah keceriaan malam.
Lembar
demi lembar, buku demi buku dilihat,
dibaca. Aku masih polos… seperti kertas yang belum dituliskan oleh tinta
apapun. Diajarlah aku.. kakak mengajarkan aku dengan sabar, ibu, bapak
mengajarkanku dengan kasihsayang. Alquran namanya ada huruf hijaiyah, tajwid
dan lain-lain. Aku baru saja disunat tadi subuh. Heran mengapa disunat… tidak
mengerti…, “kamu sudah islam ya de”, kata kakak. Nasehat, sepatah dua kata,
kuliah tujuh menit ku dengarkan dengan baik.
Islam
agamaku, ada rukun islam, ada rukun iman sekarang sudah tahu. Lanjutkan
belajarnya. Belajar itu indah. Belajar itu dari tidak tahu menjadi tahu.
Dikepalaku hanya kebahagiaan yang ada dan pada akhirnya membawaku selalu
tersenyum dalam melakukan tugas-tugasku. Tugasku belajar mengaji, belajar
pelajaran dari sekolah. tugasku ringan sekali tidak ada yang berat karena aku
senang melakukannya. Aku juga membantu pekerjaan ibu, bapak, kakak… sungguh
indah sekali.
Bangun…
bangun… kata itu bisa jadi kata yang selalu aku dengar disaat subuh. Ya..
inilah islam harus bangun disaat subuh. Tidak banyak yang dilakukan selain
mendengar dan melakukan apa yang telah diajarkan. Didalam hati aku selalu
menyimpan asa untuk itu semua. Aku sangat menyayanginya dan aku ingin
membahagiakannya. Hati mereka begitu bening.. sebening salju, kesejukkan hati
membuatku selalu merasa nyaman ada disampingnya.
Lembaran
ini telah aku buka dan akan kutunjukkan hasilnya nanti. Sekolah tempatku
menimba ilmu adalah atmosfer untukku untuk belajar lebih banyak lagi. Teman,
kawan selalu mengajakku mengukir apa yang aku inginkan. Aku punya teman yang
berbeda-beda, watak yang berbeda-beda. Memekarkan senyum dibibir mereka adalah
hal yang istimewa. Ya.. aku bisa melakukan semuanya. Orang terkasihku tidak
henti-hentinya memberikan motivasi disaat terjatuh dan memberi pengertian mengapa
aku terjatuh.
Mereka
selalu bekerja mencari rezeki halal buatku. Mereka sangat paham bahwa sesuatu
yang berasal dari tempat yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baikpula. Tak
mengenal lelah walau matahari seakan mambakar kulit, hujan seakan
menghanyutkan, angin seakan memghempaskan diri ke sudut terjauh. Mereka tahu
itu adalah baik untuk aku dan semuanya. Tuhan tidak pernah salah memberikan
karunia pada umatnya yang sabar dan ikhlas menjalaninya. Hatinya yang bening
selalu terbesik doa tulus nan indah. Perih yang dirasakan pada waktunya akan berganti
rasa manis yang tak berujung. Alunan pesan selalu tergiang ditelinga.
Bersabarkah nak… dunia hanya butuh orang-orang kuat dan kekuatan itu adalah
iman kapada-NYA. Tanamkan kejujuran dan keikhlasan disaat kamu berada
disekeliling orang-orang baru yang asing maka kamu akan dekat dengan kebenaran.
Ingatlah nak.. yang Maha Kuasa sangat mencintai insan yang selalu benar.
”belajarlah
bidadari kecil, masih banyak yang perlu dimengerti”
salam kenal..
By Melly
Tidak ada komentar:
Posting Komentar