Selasa, 02 Juli 2013

Lembaran Indah



Lembaran Indah

       Indah… kata yang sangat singkat namun memberi udara hangat masuk kedalam otak dan pikiranku. Mengapa tidak.. hari itu begitu cerah matahari seakan tersenyum melihat embun yang gemerlap karena sinarnya, suara ceria burung bersahutan, daun hijau yang tegar menambah indah kembang diujung dahannya. Udara sejuk merasuk dan merambat ke tubuh dan hati insan  yang masih kecil. Sungguh betapa sempurnanya kami dilahirkan, dibesarkan, dicintai dan disayangi oleh mereka yang diberi amanah dari yang Maha Kuasa.
         Aku tak pernah tahu mengapa harus berada di tempat yang begitu indah dan dikelilingi oleh ibu, bapak, saudara yang selalu mengayomi. Terlahir dari keluarga yang sederhana, selalu ceria disetiap harinya. Hidup adalah anugrah terindah. Hidup ada karena saling memberi kasih sayang. Ya… diri masih polos tak banyak yang dimengerti. Satu demi satu, langkah demi langkah semua terlewati dan sangat menyenangkan.
        Disekeliling banyak orang, banyak yang indah-indah, banyak hal-hal yang belum aku mengerti…..,  yang Maha Kuasa telah menitipkan ini dan harus bisa aku mengerti. Pagi hari yang sejuk selalu memacu semangat untuk tersenyum tanpa ada lara. Ya… memang masih polos…. Seperti itu berulang-ulang dilakukan. Melihat, mendengar, mencoba dan tersenyum. Orang terkasih yang selalu disampingku tidak pernah berhenti mengajarkan dan mengajarkan. Mereka  tidak pernah melapaskanku dari pandangannya.
       Indahnya pagi begitu pula dimalam hari… bintang berkejar-kejaran, mengedipkan matanya seakan bahagia karena telah menerangi malam menemani sang bulan. Benda dilangit juga merasakan kalau aku begitu ceria disaat tiba malam. Udaranya yang dingin memberi memberi motivasi untuk bisa bertahan dan kita harus hangat… bukankah menghangatkan tubuh itu sangat menyenangkan. Rumah tempatku berlindung dengan perabotan yang sederhana beserta perapian untuk menyiapkan makanan adalah tempat yang sangat indah. Lampu seadanya tidak mengubah keceriaan malam.
          Lembar demi lembar, buku demi buku  dilihat, dibaca. Aku masih polos… seperti kertas yang belum dituliskan oleh tinta apapun. Diajarlah aku.. kakak mengajarkan aku dengan sabar, ibu, bapak mengajarkanku dengan kasihsayang. Alquran namanya ada huruf hijaiyah, tajwid dan lain-lain. Aku baru saja disunat tadi subuh. Heran mengapa disunat… tidak mengerti…, “kamu sudah islam ya de”, kata kakak. Nasehat, sepatah dua kata, kuliah tujuh menit ku dengarkan dengan baik.
          Islam agamaku, ada rukun islam, ada rukun iman sekarang sudah tahu. Lanjutkan belajarnya. Belajar itu indah. Belajar itu dari tidak tahu menjadi tahu. Dikepalaku hanya kebahagiaan yang ada dan pada akhirnya membawaku selalu tersenyum dalam melakukan tugas-tugasku. Tugasku belajar mengaji, belajar pelajaran dari sekolah. tugasku ringan sekali tidak ada yang berat karena aku senang melakukannya. Aku juga membantu pekerjaan ibu, bapak, kakak… sungguh indah sekali.
            Bangun… bangun… kata itu bisa jadi kata yang selalu aku dengar disaat subuh. Ya.. inilah islam harus bangun disaat subuh. Tidak banyak yang dilakukan selain mendengar dan melakukan apa yang telah diajarkan. Didalam hati aku selalu menyimpan asa untuk itu semua. Aku sangat menyayanginya dan aku ingin membahagiakannya. Hati mereka begitu bening.. sebening salju, kesejukkan hati membuatku selalu merasa nyaman ada disampingnya.
            Lembaran ini telah aku buka dan akan kutunjukkan hasilnya nanti. Sekolah tempatku menimba ilmu adalah atmosfer untukku untuk belajar lebih banyak lagi. Teman, kawan selalu mengajakku mengukir apa yang aku inginkan. Aku punya teman yang berbeda-beda, watak yang berbeda-beda. Memekarkan senyum dibibir mereka adalah hal yang istimewa. Ya.. aku bisa melakukan semuanya. Orang terkasihku tidak henti-hentinya memberikan motivasi disaat terjatuh dan memberi pengertian mengapa aku terjatuh.
            Mereka selalu bekerja mencari rezeki halal buatku. Mereka sangat paham bahwa sesuatu yang berasal dari tempat yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baikpula. Tak mengenal lelah walau matahari seakan mambakar kulit, hujan seakan menghanyutkan, angin seakan memghempaskan diri ke sudut terjauh. Mereka tahu itu adalah baik untuk aku dan semuanya. Tuhan tidak pernah salah memberikan karunia pada umatnya yang sabar dan ikhlas menjalaninya. Hatinya yang bening selalu terbesik doa tulus nan indah. Perih yang dirasakan pada waktunya akan berganti rasa manis yang tak berujung. Alunan pesan selalu tergiang ditelinga. Bersabarkah nak… dunia hanya butuh orang-orang kuat dan kekuatan itu adalah iman kapada-NYA. Tanamkan kejujuran dan keikhlasan disaat kamu berada disekeliling orang-orang baru yang asing maka kamu akan dekat dengan kebenaran. Ingatlah nak.. yang Maha Kuasa sangat mencintai insan yang selalu benar.

”belajarlah bidadari kecil, masih banyak yang perlu dimengerti”

                                                                                             
Semoga dapat memberi manfaat bagi kawan pembaca..., karena kita ada untuk bisa mengerti apa yang belum dimengerti. Terimakasih. Wassalamualaikum Wr. Wb.
                                                                                                                           
salam kenal.. 
By Melly



Tidak ada komentar:

Posting Komentar